Teluk Kendari

Teluk Kendari

Sabtu, 08 September 2012

KOMPOSISI JENIS DAN UKURAN IKAN PETEK (FAM. LEIOGNATHIDAE) DI PERAIRAN TELUK KENDARI SULAWESI TENGGARA

www.iktiologi-indonesia.org
KOMPOSISI JENIS DAN UKURAN IKAN PETEK
(FAM. LEIOGNATHIDAE) DI PERAIRAN TELUK KENDARI
SULAWESI TENGGARA

[Species composition and size of Pony Fish, Fam. Leiognathidae
in Kendari Bay, Southeast Sulawesi]

Asriyana1, M.F. Rahardjo2,
D.T.F. Lumban Batu2 dan E.S. Kartamihardja3

1) Staf Pengajar pada Jurusan Perikanan, FPIK Universitas Haluoleo
2) Staf  Pengajar pada Departemen Manajemen Sumber daya Perairan, FPIK-IPB
3) Staf  Peneliti pada Pusat Riset Perikanan Tangkap DKP-RI
* yanasri76@yahoo.com

Abstract
Research on species composition and size pony fish was carried out from August 2009 to Juny 2010 at three stations in Kendari Bay, Southeast Sulawesi. Fish collection was done experimental gillnets (with different mesh sizes ¾, 1, 1¼, 1½, and 2 inch) ) and seser (Ø 1 meter and mesh size 0.04 inch). Ten species of Leiognathidae families were collected during research. There was three genera of  Leiognathidae namely Gazza (1 species), Leiognathus (7 species) and Secutor (2 species). Based on number of fish, N. blochii (39.72%) and L.splendens (33.95%) were dominant species on Station I (39.72%), S. indicius on Station II (38.75%), and N. blochii (20.50%) dan L.splendens (25.10 %) on Station III (25.10%).  Based on frequency of occurrence during study, L.splendens was resident species (100%), while P.bindus and L.dussumieri were rarely (18.18%).  Based on size range and frequency of occurrence of fish, indicated pony fish used of Kendari Bay as nursery ground. 

Key words: Species composition, size, pony fish, Leiognathidae, nursery ground, Kendari Bay

Kamis, 26 April 2012

BUKU REFERENSI
Add caption
Buku ini disusun dalam rangka memperkaya bahan bacaan dalam bidang ilmu perairan khususnya produktivitas perairan. Buku-buku yang membahas mengenai perairan cukup banyak namun yang khusus membahas tentang produktivitas perairan serta contoh kasus yang terjadi di perairan Indonesia sampai saat ini masih sangat terbatas. 
Dengan hadirnya buku ini diharapkan para pembaca terutama yang bergerak di bidang sumber daya perairan dapat dengan mudah memahami bagaimana produktivitas perairan itu sebenarnya.  Buku ini meliputi 10 bab yang membahas produktivitas primer, sekunder dan produktivitas di berbagai ekosistem.  Dalam buku ini, ada beberapa metode analisis yang dianggap sulit, penulis mencoba untuk memberikan pembahasan yang rinci sehingga dapat membantu mahasiswa dan para pembaca lain dalam memahami buku ini.  Selain itu, penulis juga menyarankan agar pembaca memiliki suatu pemahaman mengenai metode kuantitatif terlebih dahulu sehingga dapat dengan mudah memahami beberapa metode yang berkenaan dengan analisis produktivitas itu sendiri.  Pemahaman yang diperoleh dari hasil mengkaji buku ini diharapkan nantinya dapat digunakan untuk mengembangkan kegiatan perikanan khususnya kegiatan pengelolaan sumber daya perairan.
Tulisan yang sederhana ini sangat jauh dari kesempurnaan, oleh karenanya kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan. Akhirnya penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Dr. Ir. Enan M. Adiwilaga selaku pakar pendamping (reviewer) pada Hibah Penulisan Buku Ajar yang diselenggarakan oleh Direktur Jendral Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Tahun 2009 dan kepada semua pihak yang telah mendorong dan membantu penulis untuk menulis buku ini.  
Akhirnya penulis berharap agar buku ini dapat digunakan secara efektif dan bermanfaat bagi yang memerlukannya.
Bogor,  4 Mei 2010

      Penulis

Rabu, 13 April 2011

STUDI KEBIASAAN MAKANAN IKAN BETOK PALU (Chrysiptera hemicyanea) DI SEKITAR PERAIRAN TERUMBU KARANG PULAU LARA SULAWESI TENGGARA


Lutjanus, 2009 (2): 67 - 78

[Study on food habits of  Betok Palu, Chrysiptera hemicyanea
in Coral Reef  Lara Island, Southeast Sulawesi]

Asriyana1) dan Wabula H 2)
1)   Staf Pengajar pada FPIK Universitas Haluoleo
2)   Alumni FPIK Universitas Haluoleo
E-mail : yanasri76@yahoo.com

ABSTRACT
A study on food habit of Betok Palu  (Chrysiptera hemicyanea) in  Coral Reef Lara Island was conducted from Februari to March 2005. Aims of the study were to analysis food habits, relation of the food habits and plankton in that waters.  Food Habit was determined by using Index of Prepoderance method.  Results of the study indicated that the main food of male and female of the fish was Cyanophyceae (48,13%), while Bacillariophyceae, Chlorophyceae, Desmidiaceae, Ciliata dan MTT was a complement food, and Pyrophyceae, Xanthophyceae, Rhizopoda, Rotatoria, Ctenophora dan Copepoda was found as supplement food for the fish. Food habit of betok palu change as according to condition of waters influencing the availibility of plankton in the waters. 


Key Words : Betok Palu  (Chrysiptera hemicyanea) , food habits, Coral reef and plankton

PERTUMBUHAN IKAN TEMBANG, Sardinella fimbriata Valenciennes (Pisces : Clupeidae) Di perairan Teluk Kendari

Disampaikan dalam Seminar Nasional Tahunan VII Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan Tahun 2010. Yogyakarta

[Growth of Fringescale Sardinella, Sardinella fimbriata Valenciennes
(Pisces : Clupeidae) in Kendari Bay]

Asriyana1, M.F. Rahardjo2, D.T.F. Lumban Batu2 dan E.S. Kartamihardja3

1) Staf Pengajar pada Jurusan Perikanan, FPIK-Unhalu
2) Staf Pengajar pada Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, FPIK-IPB
3) Staf Peneliti pada Pusat Riset Perikanan Tangkap DKP-RI
     E-mail : yanasri76@yahoo.com

Abstract
Research on growth of fringescale sardinella was carried out from August 2009 to February 2010 in Kendari Bay, Southeast Sulawesi. Fish collection was done experimental gillnets (with different mesh sizes ¾, 1, 1¼, 1½, and 2 inch) and seser (Ø 1 meter and mesh size 0.04 inch). A total of 1069 individual fish were caught with range from 1.5 – 16.2 cm in length and 2.8 – 34 g in weight. The length-weight relationship was y = 3.034x - 2.052 (males) dan y = 3.041x - 2.052 (females). The von Bertalanffy growth models was . The relative condition factors of fish varied from 0.47 to 2.95, with females were generally in better condition than the males.

Key words: growth, Sardinella fimbriata, Kendari Bay

MAKANAN IKAN JAPUH, Dussumieria acuta Valenciennes, 1847 (FAMILI: CLUPEIDAE) DI PERAIRAN TELUK KENDARI

Jurnal Iktiologi Indonesia 10(2): 93-99


[Food habit of rainbow sardine, Dussumieria acuta Valenciennes, 1847
(Family: Clupeidae) in Kendari Bay]

Asriyana1,2, M.F. Rahardjo3, E.S. Kartamihardja4, dan D.F. Lumban Batu3
1 Mahasiswa Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Perairan, SPs IPB
2 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Haluoleo
3 Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, FPIK-IPB
4 Pusat Riset Perikanan Tangkap KKP-RI
1 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Haluoleo
   Jl. H.E.A Mokodompit
   Kampus Bumi Tridahma Anduonohu Kendari 93232
   e-mail korespondensi: yanasri76@yahoo.com

Diterima: 6 April 2010, Disetujui: 1 Juni 2010

ABSTRACT
Research on ontogenetic dietary variation rainbow sardine relating to body size of fish with time was carried out from August 2009 to January 2010 in Kendari Bay, Southeast Sulawesi. This research aims to describe ecological role of rainbow sardine in Kendari Bay. Fish collection was done using experimental gillnets (with different mesh sizes ¾, 1, 1¼, and 1½ inch) and scope net (Ø 1 meter and mesh size 0.04 inch). A total of 136 individual fish were caught with range from 0.6 to 15.7 cm in length. Food analysis was determined by using Index of Preponderance. Result of the analysis indicates rainbow sardine is planktivora, which important diet is Bacillariophyceae. The male and females of fish did not have ontogenetic dietary (main food) shift and was not ontogenetic dietary shift relating to body size of fish. The diet of the fish every months was dominated by Bacillariophyceae.

Key words: body size, diet, Kendari Bay, ontogenetic, rainbow sardine, time.

KEANEKARAGAMAN IKAN DI PERAIRAN TELUK KENDARI SULAWESI TENGGARA

Jurnal Iktiologi Indonesia 9(2): 97-112

[Fish Diversity in Kendari Bay, Southeast Sulawesi]

Asriyana1, M.F. Rahardjo2, S. Sukimin2, D. F. Lumban Batu2, dan E.S. Kartamihardja3
1 Mahasiswa Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Perairan, SPs-IPB
2 Departemen Manajemen Sumber Daya Perairan, FPIK-IPB
3 Pusat Riset Perikanan Tangkap BRKP-KKP-RI
   e-mail korespondensi: yanasri76@yahoo.com

Diterima: 9 November 2009, Disetujui: 2 Desember 2009

ABSTRACT
Research on fish diversity was carried out from August to October 2009 with three times of sampling in three stations in Kendari Bay, Southeast Sulawesi. Fish collection using experimental gillnets (with different mesh sizes ¾, 1, 1¼, 1½, 2, 3, and 4 inch) and seser (Ø 1 meter and mesh size 0.04 inch). During research, 45 species of 30 families were collected. Based on individual quantities, at the first sampling, Sardinella fimbriata was dominant species on Station I and II, S. longiceps on Station III; in the second sampling, S. fimbriata was dominant species on Station I, S. longiceps on Station II, Plotosus canius on S3; in the third sampling, Ambassis sp. was dominant species on Station I, S.longiceps on Station II, Upeneus suphureus and Stolephorus commersonii on S3. Diversity index (H’) was range between 0.51-2.25, dominance index (C) was range between 0.16-0.83 and evenness index (E) was range between 0.19-0.75.

Key words: fish diversity, Kendari Bay